wanita sholehah Laksana rembulan...
Menyinari insan bumi.
Jika ia memandang...
Dunia seakan tergetar karena ketulusannya
Jika ia berkata...
Dunia seakan terlena karena kelembutannya.
Jika ia tersenyum...
Dunia pun ikut tersenyum karena keikhlasannya.
Laksana pelita...
Tubuh terbakar demi sebuah pengorbanan
Menjadi penuntun di tengah gemerlapnya dunia.
Laksana sahabiyah...
Langkah kakinya bagai langkah Fatimah.
Hidupnya penuh ketenangan jiwa.
Karena hatinya selalu berdzikir.
Dialah wanita sholehah..
Yang senantiasa menjadi penentu.
Akan sebuah perubahan dunia
Wanita cantik yang solehah
Penyejuk mata
Penawar hati
Penajam fikiran
Di rumah ia istri
Di jalanan kawan
Di waktu kita buntu
Dia penunjuk jalan
Pandangan kita diperteguhkan
Menjadikan kita tetap pendirian
Ilmu yang diberi dapat disimpan
Kita lupa ia mengingatkan
Nasehat kita dijadikan pakaian
Silaf kita dia betulkan
Penghibur di waktu kesunyian
Terasa ramah bila bersamanya
Dia umpama tongkat si buta
Bila tiada satu kehilangan
Dia ibarat simpanan ilmu
Semoga kekal untuk diwariskan...
Kisah tentang cinta luar biasa, cinta para sahabat kepada RasulNya.
Pada hari tersebut, turun sebuah ayat,
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah
Kucukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Kuredhai Islam menjadi
agama bagimu ”.
Para sahabat bergembira dan bersorak, “Agama kita telah
sempurna, agama kita telah sempurna”.
Kegembiraan yang memuncak setelah 23 tahun perjuangan suka
dan duka bersama Rasul pilihan Allah. Di tengah kegembiraan para
sahabat, ada seorang sahabat mulia yang bersedih atas firman
tersebut. Abu Bakar As-Siddiq dengan perasaannya yang halus,
mula menangis sendirian. Ia memahami bahawa di sebalik
kesempurnaan pasti ada kesudahannya. Dia menyedari Rasulullah
yang dicintai akan meninggalkan dunia ini kembali menghadap
kekasihnya yang Agung, Allah SWT.
Tangisan Abu Bakar didengari para sahabat yang lain. Setelah Abu
Bakar menjelaskan mengapa dia menangis, para sahabat lain pun
mula menangis. Kesedihan yang melanda dek kerana kecintaan yang
mendalam terhadap insan mulia yang bertahun-tahun hidup dan
berjuang bersama-sama mereka melalui ukhuwah yang tiada
tandingnya, bakal meninggalkan mereka.
Mengetahui para sahabat menangis, Rasulullah bergegas mendatangi
mereka. Di depan mereka Rasulullah SAW bersabda:
“ Semua yang dikatakan Abu Bakar r.a adalah benar dan
sesungguhnya masa untuk aku meninggalkan kamu semua adalah
dekat ”
Mendengar perkataan Rasulullah SAW, Abu Bakar kembali menangis
sekuat tenaganya sehingga jatuh pengsan, tubuh Ali ibn Abi Thalib
bergetar, dan sahabat lainnya menangis dengan sepenuh hati
mereka.
Beberapa masa kemudian Rasullullah SAW sakit. Kota Madinah
berada dalam suasana kesedihan. Di suatu subuh, setelah azan, Bilal
ibn Rabah bergegas menuju ke kamar Rasullullah.
Di sana Fatimah menyambut Bilal dan berkata, “Jangan kau ganggu
Rasullullah, baginda sedang sakit”.
Bilal kembali ke masjid, di sana masih tak ada yang sanggup
menggantikan Rasulullah menjadi imam shalat subuh. Semua yang
hadir di masjid diselimuti kesedihan. Kali kedua, Bilal kembali
mendatangi kamar Nabi, dan Fatimah kembali mencegah Bilal kerana
keadaan Nabi yang sedang tenat.
Bilal menjawab, “Subuh hampir tiada, tak ada yang dapat
memimpin shalat”
Dari dalam kamar Rasulullah mendengar percakapan tersebut dan
mememerintahkan agar Abu Bakar menjadi imam shalat Subuh.
“Abu Bakar tidak berhenti menangis” seru Bilal.
Rasululah pun bergegas ke masjid dipapah oleh para sahabat.
Masjid penuh sesak dengan kaum Muhajirin beserta Anshar.
Perasaan cinta menyelubungi suasana, kekasih yang baru saja
terbangun dari sakitnya membuat semua sahabat tidak mahu
melepaskan kesempatan ini. Setelah mengimami shalat, nabi berdiri
di atas mimbar. Suaranya basah, menyenandungkan puji dan
kesyukuran kepada Allah yang Maha Pengasih. Senyap segera saja
datang, mulut para sahabat tertutup rapat, semua menajamkan
pendengaran menuntaskan kerinduan pada suara Rasulullah yang
dicintai. Semua menyiapkan hati, untuk disentuh serangkai hikmah.
Selanjutnya Nabi bertanya,
“Wahai sahabat, kalian tahu umurku tidak lagi panjang. Siapakah
diantara kalian yang pernah merasa teraniaya oleh si lemah ini,
bangkitlah sekarang untuk mengambil kisas, jangan kau tunggu
hingga kiamat menjelang, karena sekarang itu lebih baik ”.
Semua yang hadir terdiam, semua mata tertumpu kepada Nabi
yang kelihatan lemah. Tak pernah ada dalam benak mereka perilaku
Nabi yang terlihat janggal. Apapun yang dilakukan Nabi, selalu saja
indah. Segala hal yang diperintahkannya, selalu membuihkan bening
sari pati cinta. Tak akan rela sampai bila pun, ada yang
menyentuhnya meskipun hanya secuit jari kaki. Apapun akan
digadaikan untuk membela Al-Musthafa.
Melihat semua yang terdiam, nabi mengulangi lagi ucapannya, kali
ini suaranya terdengar lebih keras. Para sahabat masih lagi duduk
tenang. Sehingga ucapan yang ketiga, seorang lelaki berdiri menuju
Nabi. Dialah `Ukasyah Ibnu Muhsin.
“Ya Rasul Allah, dulu aku pernah bersamamu di perang Badar.
Untaku dan untamu berdampingan, dan aku pun menghampirimu
agar dapat menciummu. Wahai kekasih Allah, saat itu engkau
memukul untamu agar dapat berjalan lebih cepat, namun
sesungguhnya engkau memukul badanku. Oleh itu aku hendak tahu
apakah engkau sengaja memukulku atau hendak memukul
untamu ?” ucap `Ukasyah.
Rasulullah SAW berkata, “Wahai Ukasyah, Rasulullah SAW sengaja
memukul kamu”.
Rasulullah kemudian berkata kepada Bilal r.a, “Wahai Bilal kamu pergi
ke rumah Fatimah dan ambilkan tongkatku kemari”
Bilal keluar dari masjid dan menuju ke rumah Fatimah sambil
meletakkan tangannya dia atas kepala dengan berkata, “Rasulullah
telah menyediakan dirinya untuk dibalas (dikisas)”.
Segera setelah sampai, tongkat diserahkannya kepada Rasul mulia.
Dengan cepat tongkat berpindah ke tangan `Ukasyah. Masjid seketika
mendengung seperti sarang lebah.
Dua tubuh badan keluar dari barisan yang paling hadapan. Yang
pertama berwajah sendu, janggutnya basah oleh air mata yang
menderas sejak dari tadi, dialah Abu Bakar. Dan yang kedua,
seorang pemberani, yang ditakuti para musuhnya di medan
pertempuran, Umar Ibn Khattab. Segera mereka berkata:
“ Hai `Ukasyah, pukulah kami berdua, sesuka hatimu. Pilihlah
bahagian manapun yang paling kau ingin, kisaslah kami, jangan
sekali-kali engkau pukul Rasul ”
“Duduklah kalian sahabatku, Allah telah mengetahui kedudukan
kalian”, Nabi memberi perintah secara tegas.
Kedua sahabat itu longlai, langkahnya surut menuju tempat semula.
Mereka memandang `Ukasyah dengan pandangan memohon.
`Ukasyah tidak berganjak.
Melihat Umar dan Abu Bakar duduk kembali, Ali bin Abi Thalib tidak
berdiam diri. Berdirilah dia di depan `Ukasyah dengan berani.
“Hai hamba Allah, inilah aku yang masih hidup siap menggantikan
kisas Rasul, inilah punggungku, ayunkan tanganmu sebanyak
apapun, deralah aku ”.
“Allah Swt sesungguhnya tahu kedudukan dan niatmu wahai Ali,
duduklah kembali” ucap Nabi.
“Hai `Ukasyah, engkau tahu, kami adalah cucu Rasulullah, kami
darah dagingnya, bukankah ketika engkau memukul kami, itu ertinya
mengkisas Rasul juga ”, kini yang tampil di depan `Ukasyah adalah
Hasan dan Husain.
Tetapi sama seperti sebelumnya Nabi menegur mereka. “Wahai
penyejuk mata, aku tahu kecintaan kalian kepadaku. Duduklah”.
Masjid kembali ditelan sunyi. Banyak jantung yang berdegup
kencang. Tidak terhitung yang menahan nafas. `Ukasyah tetap tegap
menghadap Nabi. Kini tak ada lagi yang berdiri ingin menghalangi
`Ukasyah mengambil kisas.
“Wahai `Ukasyah, jika kau tetap berhasrat mengambil kisas, inilah
jiwaku, Nabi selangkah maju mendekatinya”.
“Ya Rasul Allah, saat Engkau memukulku, tak ada sehelai kain pun
yang menghalang pukulan itu”, ucap `Ukasyah.
Tanpa berbicara, Nabi langsung melepaskan bajunya yang telah
luntur. Dan tersingkaplah tubuh suci Rasulullah. Seketika pekik takbir
menggema, semua yang hadir menangis pedih.
Melihat tegap badan manusia yang maksum itu, `Ukasyah langsung
meninggalkan tongkat dan bergegas ke tubuh Nabi. Sepenuh cinta
dipeluknya Nabi, mencium Nabi begitu mesra. Kerinduan yang
menggunung kepada baginda, diluahkan saat itu juga. `Ukasyah
menangis gembira, bertasbih memuji Allah, berteriak haru dan
gementar bibirnya berucap sendu.
“Tebusanmu, jiwaku ya Rasul Allah, siapakah yang sanggup
mengkisas manusia indah sepertimu. Aku hanya berharap tubuhku
melekat dengan tubuhmu hingga Allah dengan keistimewaan ini
menjagaku dari sentuhan api neraka ”.
Dengan tersenyum, Nabi berkata, “Ketahuilah wahai manusia,
sesiapa yang ingin melihat penghuni syurga, maka inilah orangnya”
`Ukasyah langsung tersungkur dan bersujud memuji Allah.
Sedangkan yang lain berebut mencium `Ukasyah dan saling
bersalaman. Pekikan takbir menggema kembali.
Para jemaah berkata “Wahai `Ukasyah, inilah keuntungan paling
besar bagimu. Engkau telah memperolehi darjat yang tinggi dan
bertemankan Rasulullah SAW di syuga ”
Berbahagialah seandainya menjadi Ukasyah yang diberi kesempatan
memeluk Rasulullah
Ya Rasulullah Aku Rindu padamu…
Dalam film kartun Sponge Bob, setiap tokoh kartunnya memiliki
beberapa karakter yang berbeda, dan di tiap karakter itu terdapat
beberapa sifat yang dianggap sebagai 7 dosa besar, ini adalah
beberapa karakter dari semua tokoh kartun Spongebob tersebut.
1. Sloth/Kemalasan (Patrick)
Kemalasan adalah suatu hal yang dianggap dosa, termasuk
kemalasan dalam bertindak. Jelas ini adalah sifat Patrick. Dia tinggal di
bawah batu sepanjang waktu dan tidak pernah melakukan apa-apa.
Bahkan dalam episode "Big Pink Loser", dia mendapatkan
penghargaan untuk tidak melakukan apa-apa paling lama.
2. Wrath/Amarah (Squidward)
Amarah melibatkan perasaan kebencian dan kemarahan. Squidward
membenci hidupnya dan juga membenci Sponge Bob, dan
sebagian besar waktunya dihabiskan untuk marah-marah.
3. Greed/Keserakahan (Mr. Krabs)
Jelas Mr. Krabs adalah tokoh yang sangat serakah terhadap uang.
Bagaimana mungkin tidak? dia benar-benar berfikir bahwa uang
adalah segalanya,
4. Envy/Iri hati (Plankton)
Plankton iri kepada Mr. Krabs karena The Krusty Krab sangat sukses,
sedangkan The Chum Bucket adalah sebuah kegagalan. Iri
membuatnya ingin mencoba untuk mencuri formula rahasia Krabby
Patty.
5. Gluttony/Kerakusan (Gary)
Saya benar-benar berpikir bahwa yang satu ini cukup lucu. Apakah
Anda pernah memperhatikan Sponge Bob dimana dia selalu
mengatakan, "jangan lupa untuk memberi makan, Gary" atau
mengatakan, "Saya harus pergi makan Gary". Gary bahkan lari saat
Sponge Bob lupa untuk memberinya makan. kerakusan biasanya
mengacu pada berlebihan dalam hal makan.
6. Pride/Kebanggan (Sandy)
Sandy bangga terhadap siapa dirinya dan darimana dia berasal. Dia
bangga pada kenyataan bahwa dia dari Texas dan senang kalau
semua orang tahu tentang itu. Dia juga bangga pada kenyataan
bahwa dia adalah mamalia dan makhluk darat, seperti dalam episode
"Pressure", dimana dia mencoba untuk membuktikan bahwa
makhluk darat lebih baik daripada makhluk laut.
7. Lust/Nafsu (Sponge Bob)
Kelihatannya aneh dan penasaran pada awalnya. Nafsu dalam suatu
definisi adalah, "kasih sayang berlebihan terhadap orang lain". Ini
jelas dialamatkan pada Sponge Bob. Dia menunjukkan cintanya
kepada orang lain dengan semangat untuk berbuat baik dan
membantu orang dan nafsu terhadap perkerjaannya,.
Itulah beberapa definisi tentang beberapa sifat-sifat dari beberapa tokoh dari Sponge Bob yang mungkin saja termasuk dalam
beberapa dosa besar, tapi di balik semua itu, kartun tersebut tetap
lucu dan sebagai hiburan yang menarik untuk semua.
Sumber: http://hermawayne.blogspot.com/2011/02/sponge-bob-
dan-7-dosa-besar.html
Cek TKPnya : http://menujuhijau.blogspot.com/2011/02/7-dosa-
dalam-film-spongebob.html#ixzz1D8nQE58O
In the cartoon Sponge Bob, every cartoon character has several different characters, and in each character that there is some properties that are considered as 7 major sins, this is some characters of all the Spongebob cartoon.
1. Sloth / Laziness (Patrick) Laziness is a matter that is considered a sin, including laziness in action. Clearly, this is the nature of Patrick. She lives in under a rock all the time and never do anything. Even in the episode "Big Pink Loser", he got awards for not doing anything at the latest.
2. Wrath / Anger (Squidward) Anger involves feelings of hatred and anger. Squidward hates his life and also hate Sponge Bob, and most of the time spent to get angry.
3. Greed / Greed (Mr. Krabs) Clearly Mr. Krabs is the figure who is very greedy for money. How could not? he really think that money is everything,
4. Envy / Jealousy (Plankton) Mr Plankton envy. The Krusty Krab Krabs as very successful, while The Chum Bucket is a failure. Envy made him want to try to steal the secret formula for Krabby Patty.
5. Gluttony / Gluttony (Gary) I really think that this one is pretty funny. Is You never pay attention to where he always Sponge Bob said, "do not forget to feed, Gary" or said, "I must go eat Gary". Gary even ran away when Sponge Bob forgot to feed him. greed usually refers to the excessive in terms of eating.
6. Pride / Pride (Sandy) Sandy is proud of who he was and where he came from. He pride in the fact that he was from Texas and happy if everyone knows about it. He is also proud of the fact that he is the mammals and terrestrial creatures, such as in the episode "Pressure", which he tried to prove that land creature is better than sea creatures.
7. Lust / Lust (Sponge Bob) It seems strange and curious at first. Lust in a definition is, "excessive love of others." This clearly addressed in Sponge Bob. He shows his love to others with a passion for doing good and helping people and passion to perkerjaannya,.
Those are some definitions of some of the properties of several characters from Sponge Bob that may be included in some great sin, but underneath it all, the cartoon still funny and interesting as entertainment for all.
Source: http://hermawayne.blogspot.com/2011/02/sponge-bob- and-7-sins-besar.html Check TKPnya: http://menujuhijau.blogspot.com/2011/02/7-dosa- in-film-spongebob.html # ixzz1D8nQE58O
“…terlalu sering terdengar atau terbaca bahwa para wanita, seperti yang disebutkan salah satu hadits, amat mendominasi penduduk neraka. Sayangnya, dengan hadits itu, tak banyak diantara mereka yang benar-benar merasa tercambuk. Amal shalih hanya menjadi buah bibir dan penghias lisan namun tak terhentak anggota badan tuk memperagakannya. Apalagi ilmu yang menjadi titian ke surga itu tak pula mereka buru…”
***
Judul : Mawarku di Hari Esok
oleh: Fachrian Almer Akiera
Muraja'ah: Ustadz Djamaluddin, Lc.
***
Perkenankan kami mengirim senyuman cita-cita yang kami mekarkan dari kejauhan kota kami. Senyuman cita-cita ini benar-benar bersemi seiring meredanya hujan sore tadi saat dedaunan muda mulai hijau melebat di dahan-dahan pohon flamboyan.
Menulis catatan akhir pekan bagian kedua ini, selanjutnya, perkenankanlah pula kami mengutip sebuah permintaan agung yang terlontar dari lisan seorang wanita. Ia begitu mengharapkan dentuman risalah langit yang akan menyuburkan kabahagiaan di taman hatinya. Tak hanya itu, dari permintaannya tersebut, ada beberapa mutiara yang bisa menjadi penabur hikmah bagi mereka (para wanita) di zaman ini.
Rekaman permintaan ini kami temukan dalam kitab Li An-Nisa’i Ahkamun wa Adabun karya syaikh Muhammad bin Syakir Asy-Syarif. Kitab ini menghidangkan 43 hadits tentang wanita beserta uraiannya.
Abu Hurairah bercerita bahwa kaum wanita mendatangi Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam. Mereka berkata, ”wahai Rasulullah, kami tak bisa mengikuti majelismu karena banyak kaum lelaki. Berikanlah satu hari bagi kami untuk bermajelis dengan engkau.” Mendengar permintaan tersebut, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam setuju dan kemudian bertutur, “tempat kalian di kediaman fulan.” Mereka pun datang pada hari dan tempat yang dijanjikan.[1]
>>Sehari Saja Untuk Kami
“..Berikanlah satu hari bagi kami untuk bermajelis dengan engkau.”
Lihatlah, begitu mulianya apa yang mereka pinta. Mereka tak pintakan emas, permata atau berlian. Mereka pintakan kemuliaan melalui ilmu yang mereka buru: “Berikanlah satu hari bagi kami untuk bermajelis dengan engkau.”
Begitu irinya mereka kepada kaum laki yang selalu bermajelis dengan Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam. Mereka meneguk sari pati ilmu langsung dari lisan Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam, mereka mempelajari hadits Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam. Inilah ibadah yang agung. Iman mereka bertambah nan membuahkan ketakwaan. Mereka bergelut dengan hal-hal yang menambah kapasitas keilmuan. Mereka usahakan menjemput ilmu dan mendekati sosok-sosok yang membawa ilmu. Sungguh bertabur sejuta kebaikan dari apa yang mereka raih.
Inilah salah satu kebahagiaan itu yaitu mengenal dan memahami agama islam yang mulia. Mereka mengetahui bahwa kebahagiaan berbanding lurus dengan kejernihan ilmu dan bersihnya pendidikan syar’i.
Sungguh potret yang begitu bertolak belakang dengan wanita di zaman ini.
Wahai pena kami, lihatlah para wanita kita, mereka mengandrungi novel-novel picisan yang katanya islami. Mereka menikmati roman-roman fiktif yang menyeret mereka terjebak dalam dunia khayal. Mereka terbius dengan film-film drama cinta korea.
Memang benar, akan ternikmati mimpi-mimpi indah dan ilusi yang memabukkan ketika mereka melakoni apa yang kami sebutkan tetapi itu semua akan berakhir dengan terkikisnya kepribadian dan jati diri sebagai muslimah. Akan ada duka yang siap menginangi hati lalu membinasakan mereka.
Kami dapati diantara mereka benar-benar terbius dengan artis-artis pria korea yang katanya amat menawan itu. Foto-fotonya menjadi koleksi. Ada pula yang terharu bahagia ketika sang artis itu tampil di layar kaca. Parahnya, mereka teriak histeris memandang sang artis saat konser. Lisan-lisan mereka begitu sering terbumbui kisah-kisah atau adegan film sang idola.
Di lain waktu, untuk konsumsi bacaan, mereka penuhi dengan majalah yang jauh dari nilai-nilai nabawi. Gosip-gosip murahan bertumpuk dalam majalah itu. Mode-mode pakaian terkini pun menjadi bahan utama yang dibicarakan. Kisah-kisah fiktif nan murahan menyelusup dalam memori. Mereka lupa, atau tak tahu, majalah-majalah seperti itu secara perlahan membius alur berpikir. Ujung-ujungnya semua itu mengikis jati diri mereka sebagai muslimah yang layak menjadi wanita paling bahagia.
Inikah sumber bahagia itu?
Inikah sumber ilmu yang merupakan mata air keimanan itu?
>>Semburat Malu Tersipu
”wahai Rasulullah, kami tak bisa mengikuti majelismu karena banyak kaum lelaki.”
Agungnya ucapan itu. Sebuah ucapan agar mereka tak terlihat oleh laki-laki non mahram. Inilah sebuah ucapan yang terbalut pesona rasa malu yang begitu mengagumkan. Inilah sebuah ucapan yang menyembur dari hati yang terhiasi akhlak mulia sebagai wanita muslimah.
Wahai pena kami, marilah kita lihat bagaimana rasa malu wanita di zaman ini benar terkikis menipis.
Di facebook, mereka menampilkan aurat yang sungguh tak layak untuk dilihat. Mereka memajang foto-foto yang mengundang fitnah bagi kaum adam. Rambut yang menjadi mahkota pun dipamerkan. Lengan terbuka. Lehernya tak terbalut kain penutup. Muka atau wajah yang merupakan kumpulan titik pesona menjadi kebanggaan di hadapan non mahram.
Para wanita yang hanya sekedar saja menutup aurat pun tak kalah memamerkan apa yang ada pada diri mereka. Lekuk tubuh yang harus tertutup sempurna malah diekspos. Senyuman khas sang penggoda terpajang walaupun tak berniat menggoda.
Sungguh indah dan mulianya apa yang dikatakan Asma’ binti Abu bakar radhiyallahu anhuma. Beliau (Asma’) berkata:
“Kami menutupi wajah-wajah kami dari pandangan kaum laki-laki dan kami menyisir rambut kami terlebih dahulu ketika hendak melakukan ihram.”[2]
Begitu pula apa yang dikatakan Aisyah radhiallahu ‘anha:
“Adalah para pengendara melewati kami sedangkan kami tengah berihram bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Apabila para pengendara tersebut melewati kami, maka masing-masing dari kami menutupkan jilbabnya dari kepalanya agar menutupi wajahnya. Dan ketika mereka berlalu maka kami pun membukanya kembali.”[3]
Subhanallah.
Segala puji bagi Allah, sungguh segala puji bagi-Nya. Merekalah teladan dalam memahkotakan rasa malu di singgasana hati. Itulah rasa malu yang terpercik dari jernihnya telaga keimanan.
Kembali ke dunia maya, pada saat yang sama, obrolan-obrolan yang terbumbui dengan canda diantara lawan jenis menjadi suatu hal yang lumrah lalu berujung pada pembicaraan yang menyeret keduanya dalam maksiat hati.
Facebook yang seharusnya dimanfaatkan untuk menanmbah kapasitas keilmuan dengan membaca artikel-artikel, malah menjadi latar bagi drama cinta dunia maya. Mereka tak malu melabelkan diri dengan “in a relationship with” atau “engaged with”. Apa yang mereka inginkan?
Status facebook yang seyogyanya ditulis dengan hal-hal yang bisa menjadi pelajaran, malah jauh dari kesahajaan.
“aku mencintaimu sepenuh hatiku”
“kangeeeeeeeen”
“kau adalah belahan hatiku”
“aduh, kakiku caaaakiiiiit”
“ge dengerin musik nih”
“artis korea yang tadi kereeeeen banget”
Sungguh rasa malu yang menjadi penghias akhlak tak lagi menjadi balutan hati. Dimanakah rasa malu itu kini berada?
***
Ah, banyak sekali yang ingin kami paparkan. Tetapi baiklah kami titipkan salam untuk para wanita agar mereka mempercantik diri dengan kemuliaan islam dan merias diri dengan ilmu sehingga berbahagialah mereka arungi hari-hari di akhir zaman ini. Sudah selayaknya mereka menambah kapasitas keilmuan yang mendekatkan mereka kepada Rabb Yang Maha Agung yaitu dengan mempelajari tauhid dan aqidah yang shahih, mempelajari hukum dan adab-adab yang berhubungan dengan kewanitaan, bahkan mempelajari keterampilan-keterampilan yang bersifat keduniaan.
Pula, kami berharap mereka benar-benar membalut diri dengan rasa malu yang mulai terkikis fitnah-fitnah zaman. Sungguh rasa malu merupakan salah satu kemuliaan. Kelak ataupun saat ini, kami yakin, predikat “wanita paling bahagia di dunia” akan benar-benar mereka raih. Inilah senyuman cita-cita yang kami maksudkan itu.
Wallahu a’lam.
Subhanaka allahumma wabihamdika asyhadu alla ila hailla anta asytaghfiruka wa atuubu ilaika.
Mataram, Kota Ibadah,16 Zulqa'dah 1431 H
________
Referensi:
1. Kitab Li An-Nisa’i Ahkamun wa Adabun karya syaikh Muhammad bin Syakir Asy-Syarif
2. Kitab Hiraasatu Al-Fadhilah karya syaikh Bakr Abdullah Abu Zaid
3. beserta buku tambahan lainnya
________
Endnotes:
[1] HR Ahmad (7310), syaikh Al-Arnauth berkata, “sanadnya shahih sesuai syarat muslim”,; Ibnu Hibban dalam kitab Shahihnya (VII/203); Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad (I/64), juga diriwayatkan dalam kitab Shahihnya bab Kitab Ilmu (102).
[2] Diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dan Al-Hakim, ia berkata: “Hadits ini shahih berdasarkan syarat Al-Bukhari dan Muslim. Hal ini disepakati oleh Adz-Dzahabi.”
[3] Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ad-Daaruquthni dan Al-Bahaqi
Ini semua saya dapat dari pengajian Rokhis m eBook ;D
judulny emang kayakny trlalu dewasa buat saya , ya ga ? :D tapi pas saya baca2 banyak lho pelajarany buat kita2 ;)
ke judul
Sabda Rasulullah SAW
"Perempuan itu dikawini atas 4 perkara yaitu : karena hartanya, karena keturunanya, karena kecantikannya , atau karena agamanya. Akan tetapi pilihlah berdasarkan agamanya agar dirimu selamat." (HR Bukhori Muslim)
--> jika memilih agamanya, Allah akan menjanjikan kebahagiaanya .
Ya karena harta keturunan cantik bisa hilang ato pudar kapan pun ;)
Rasulullah SAW bersabda :
"Jauhilah olehmu khadraauddiman! "Rasulullah ditanya : "Wahai Rasulullah apakah khadraauddiman itu ?" sabdanya : 'wanita cantik di lingkungan yg buruk.' (HR Daraquthni, Hadist Lemah)
hadist tsb derajatnya lemah krna ada rawi bernama Al-Waqidi yg dinilai sbg rawi yg sangat lemah oleh ahli hadist . Tapi agar lemah hadist tersebut kuat lho ;D
Hadist tsb memperingatkn laki2 Muslim bahwa perempuan yg tinggal d linkungan yg tdk baik hendakny dijauhi. Perempuan tsb kemunkinan akhlaqnya terpengaruh lingkungan yg tdk Islami. Hal in sring dbuktikn olh pnglaman dlm khidupan d tengah masyarakat. Wanita lbh sering mudah tergoda oleh hal2 yg sepintas menyenangkan n tmpak glam0ur tanpa mmikirkn akibat buruk yg akn tjd
Memang tidak bisa dijadikan sbg kepastian untuk menyimpulkan bahwa tiap perempuan yg tinggal di lingk buruk otomatis berakhlaq tidak baik . Antaranya 'Aisyah istri Firaun & Masyithah, pelayan di istana Firaun. Mereka teguh mengikuti ajaran Nabi Musa AS. Tetapi perempuan spt mreka sulit didapat *wah semoga aku bisa ya , hehe ngarep :)
eh eh baca !
Laki2 Muslim sebaiknya berhati2 thd perempuan yg pernah berpacaran/gemar berganti pacar !! Perempuan yg pernah berpacaran pernah mengenal kemesraan dg laki2 shg hatiny tdk polos n tdk bersih lg. Ia sudah tentu memiliki kenangan masa lalu dg pacarnya shg ktika ia dg kamu, hati n angan2ny ga spenuhny trtju pd km , n dy akn mmbandingkny dg pacar lama.. *Alhamdulillah aq blm penah pacran . haha ayey ! jadi inget Teh Aeni :)
Allah berfirman QS At-Tahriim:11
"ALLAH menjadikan istri firaun perempuan bg orang2 yg beriman ketika ia berkata "Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-MU dalam syura; dan selamatkanlah aku dari firaun dan perbuatannya; dan selamatkanlah aku dari kaum dzalim"
Sabar dalam bahasa arab artinya lapang dada menerima kepahitan , kesulitan n rintangan hidup tanpa keluh kesah dan jengkel :)
Nah cowok jg kudu milih cewekny hatiny kudu bner2 sreg !
ALLAH berfirman QS AN-NISAA' ayat 3
"jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap(hak-hak) perempuan yang yatim(bilamana kamu mengawininya) kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi"
>> laki2 memilh perempuan yg menyenangkan hatinya
:)
QS AN-NISAA' ayat 34
"oleh sebab itu , wanita yang shalih ialah yang taat kepada ALLAH lagi memelihara(dirinya dan harta suami) ketika suaminya tidak ada , karena Allah telah (menyuruh) memeliharanya"
"wanita-wanita yang gemar minta cerai dan wanita-wanita pesolek(di luar rumah) adalah wanita-wanita munafik" (HR ABU NU'AIM)
jadi ,, ??? :DD
ya , buat apa dandan cantik2 ya ga ? Mending juga biasa bae , hehe
begitulah kiranya yg aku dapat , ada pertanyaan ? :D
mungkin membingungkan , lengkapnya , aku liat d eBook Wattpad :)
semoga berkah !
Fakta-fakta baru tentang Kerajaan Majapahit ditemukan yaitu adanya unsur-unsur Islam dalam kerajaan itu. Spekulasi historis pun mengarah pada kemungkinan bahwa Kerajaan Majapahit yang didirikan oleh Raden Wijaya itu adalah sebuah Kerajaan Islam. Tapi jelas, ini baru asumsi awal. Sangat diperlukan studi lanjutan yang serius untuk mengungkap kebenaran sejarah Nusantara. Selama ini, kita dicekoki bahwa Majapahit adalah sebuah kerajaan terbesar di Nusantara dengan pengaruhnya yang luas. Asumsi ini sudah dibantah oleh sebagian sejarawan. Kemudian muncul penemuan baru ini. Semoga ini sebuah jalan untuk meretas kebenaran sejarah Indonesia yang sangat diwarnai oleh bias-bias kolonial. Selamat menyimak!!
______________________
Seorang sejarawan pernah berujar bahwa sejarah itu adalah versi atau sudut pandang orang yang membuatnya. Versi ini sangat tergantung dengan niat atau motivasisi pembuatnya. Barangkali ini pula yang terjadi dengan Majapahit, sebuah kerajaan maha besar masa lampau yang pernah ada di negara yang kini disebut Indonesia. Kekuasaannya membentang luas hingga mencakup sebagian besar negara yang kini dikenal sebagai Asia Tenggara.
Namun demikian, ada sesuatu yang ‘terasa aneh’ menyangkut kerajaan yang puing-puing peninggalan kebesaran masa lalunya masih dapat ditemukan di kawasan Trowulan Mojokerto ini. Sejak memasuki Sekolah Dasar, kita sudah disuguhi pemahaman bahwa Majapahit adalah sebuah kerajaan Hindu terbesar yang pernah ada dalam sejarah masa lalu kepulauan Nusantra yang kini dkenal Indonesia. Inilah sesuatu yang terasa aneh tersebut. Pemahaman sejarah tersebut seakan melupakan beragam bukti arkeologis, sosiologis dan antropologis yang berkaitan dengan Majapahit yang jika dicerna dan dipahami secara ‘jujur’ akan mengungkapkan fakta yang mengejutkan sekaligus juga mematahkan pemahaman yang sudah berkembang selama ini dalam khazanah sejarah masyarakat Nusantara.
‘Kegelisahan’ semacam inilah yang mungkin memotivasi Tim Kajian Kesultanan Majapahit dari Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pengurus Daerah Muhammadiyah Yogyakarta untuk melakukan kajian ulang terhadap sejarah Majapahit. Setelah sekian lama berkutat dengan beragam fakta-data arkeologis, sosiologis dan antropolis, maka Tim kemudian menerbitkannya dalam sebuah buku awal berjudul ‘Kesultanan Majapahit, Fakta Sejarah Yang Tersembunyi’.
Buku ini hingga saat ini masih diterbitkan terbatas, terutama menyongsong Muktamar Satu Abad Muhammadiyah di Yogyakarta beberapa waktu yang lalu. Sejarah Majapahit yang dikenal selama ini di kalangan masyarakat adalah sejarah yang disesuaikan untuk kepentingan penjajah (Belanda) yang ingin terus bercokol di kepulauan Nusantara.
Akibatnya, sejarah masa lampau yang berkaitan dengan kawasan ini dibuat untuk kepentingan tersebut. Hal ini dapat pula dianalogikan dengan sejarah mengenai PKI. Sejarah berkaitan dengan partai komunis ini yang dibuat dimasa Orde Baru tentu berbeda dengan sejarah PKI yang dibuat di era Orde Lama dan bahkan era reformasi saat ini. Hal ini karena berkaitan dengan kepentingan masing-masing dalam membuat sejarah tersebut.
Dalam konteks Majapahit, Belanda berkepentingan untuk menguasai Nusantara yang mayoritas penduduknya adalah muslim. Untuk itu, diciptakanlah pemahaman bahwa Majapahit yang menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia adalah kerajaan Hindu dan Islam masuk ke Nusantara belakangan dengan mendobrak tatanan yang sudah berkembang dan ada dalam masyarakat.
Apa yang diungkapkan oleh buku ini tentu memiliki bukti berupa fakta dan data yang selama ini tersembunyi atau sengaja disembunyikan. Beberapa fakta dan data yang menguatkan keyakinan bahwa kerajaan Majpahit sesungguhnya adalah kerajaan Islam atau Kesultanan Majapahit adalah sebagai berikut:
1. Ditemukan atau adanya koin-koin emas Majapahit yang bertuliskan kata-kata ‘La Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah’. Koin semacam ini dapat ditemukan dalam Museum Majapahit di kawasan Trowulan Mojokerto Jawa Timur. Koin adalah alat pembayaran resmi yang berlaku di sebuah wilayah kerajaan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa sangat tidak mungkin sebuah kerajaan Hindu memiliki alat pembayaran resmi berupa koin emas bertuliskan kata-kata Tauhid.
2. Pada batu nisan Syeikh Maulana Malik Ibrahim yang selama ini dikenal sebagai Wali pertama dalam sistem Wali Songo yang menyebarkan Islam di Tanah Jawa terdapat tulisan yang menyatakan bahwa beliau adalah Qadhi atau hakim agama Islam kerajaan Majapahit. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Agama Islam adalah agama resmi yang dianut oleh Majapahit karena memiliki Qadhi yang dalam sebuah kerajaan berperan sebagai hakim agama dan penasehat bidang agama bagi sebuah kesultanan atau kerajaan Islam.
3. Pada lambang Majapahit yang berupa delapan sinar matahari terdapat beberapa tulisan Arab, yaitu shifat, asma, ma’rifat, Adam, Muhammad, Allah, tauhid dan dzat. Kata-kata yang beraksara Arab ini terdapat di antara sinar-sinar matahari yang ada pada lambang Majapahit ini.
Untuk lebih mendekatkan pemahaman mengenai lambang Majapahit ini, maka dapat dilihat pada logo Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, atau dapat pula dilihat pada logo yang digunakan Muhammadiyah. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Majapahit sesungguhnya adalah Kerajaan Islam atau Kesultanan Islam karena menggunakan logo resmi yang memakai simbol-simbol Islam.
4. Pendiri Majapahit, Raden Wijaya, adalah seorang muslim. Hal ini karena Raden Wijaya merupakan cucu dari Raja Sunda, Prabu Guru Dharmasiksa yang sekaligus juga ulama Islam Pasundan yang mengajarkan hidup prihatin layaknya ajaran-ajaran sufi, sedangkan neneknya adalah seorang muslimah, keturunan dari penguasa Sriwijaya. Meskipun bergelar Kertarajasa Jayawardhana yang sangat bernuasa Hindu karena menggunakan bahasa Sanskerta, tetapi bukan lantas menjadi justifikasi bahwa beliau adalah seorang penganut Hindu.
Bahasa Sanskerta di masa lalu lazim digunakan untuk memberi penghormatan yang tinggi kepada seseorang, apalagi seorang raja. Gelar seperti inipun hingga saat ini masih digunakan oleh para raja muslim Jawa, seperti Hamengku Buwono dan Paku Alam Yogyakarta serta Paku Buwono di Solo.
Di samping itu, Gajah Mada yang menjadi Patih Majapahit yang sangat terkenal terutama karena Sumpah Palapanya ternyata adalah seorang muslim. Hal ini karena nama aslinya adalah Gaj Ahmada, seorang ulama Islam yang mengabdikan kemampuannya dengan menjadi Patih di Kerajaan Majapahit. Hanya saja, untuk lebih memudahkan penyebutan yang biasanya berlaku dalam masyarakat Jawa, maka digunakan Gajahmada saja. Dengan demikian, penulisanGajah Mada yang benar adalah Gajahmada dan bukan ‘Gajah Mada’.
Pada nisan makam Gajahmada di Mojokerto pun terdapat tulisan ‘LaIlaha Illallah Muhammad Rasulullah’ yang menunjukkan bahwa Patih yang biasa dikenal masyarakat sebagai Syeikh Mada setelah pengunduran dirinya sebagai Patih Majapatih ini adalah seorang muslim.
5. Jika fakta-fakta di atas masih berkaitan dengan internal Majapahit, maka fakta-fakta berikut berhubungan dengan sejarah dunia secara global. Sebagaimana diketahui bahwa 1253 M, tentara Mongol dibawah pimpinan Hulagu Khan menyerbu Baghdad. Akibatnya, Timur Tengah berada dalam situasi yang berkecamuk dan terjebak dalam kondisi konflik yang tidak menentu.
Dampak selanjutnya adalah terjadinya eksodus besar-besaran kaum muslim dari TimurTengah, terutama para keturunan Nabi yang biasa dikenal dengan‘Allawiyah. Kelompok ini sebagian besar menuju kawasan Nuswantara (Nusantara) yang memang dikenal memiliki tempat-tempat yang eksotis dan kaya dengan sumberdaya alam dan kemudian menetap dan beranak pinak di tempat ini. Dari keturunan pada pendatang inilah sebagian besar penguasa beragam kerajaanNusantara berasal, tanpa terkecuali Majapahit.
Inilah beberapa bukti dari fakta dan data yang mengungkapkan bahwa sesungguhnya Majapahit adalah Kesultanan Islam yang berkuasa di sebagian besar kawasan yang kini dikenal sebagai Asia Tenggara ini. Sekali lagi terbukti bahwa sejarah itu adalah versi, tergantung untuk apa sejarahitu dibuat dan tentunya terkandung di dalamnya beragam kepentingan.Wallahu A’lam Bishshawab. Hanya Tuhan Yang Maha MEngetahui …. [sejarah-kompasiana]
http://danish56.blogspot.com/2010/11/fakta-fakta-tersembunyi-dari-kerajaan.html

